Adrin teringat mengenai pertemuan pertama antara dirinya dan Tinuven. Putra dan ayah. Hubungan ini tidak berlaku pada Adrin. Setidaknya, itulah yang dia pikirkan mengenai Tinuven. Suatu hari undangan yang dari istana datang ke kediaman Gundry. Undangan tersebut ditulis langsung oleh Tinuven dan dialamatkan kepada Betric dan Adrin. Berbeda dari Adrin yang curiga terhadap kehadiran pesuruh istana, Betric justru merasa senang. “Barangkali Baginda berubah pikiran,” begitulah yang ia ucapkan kepada Adrin. Akan tetapi, Adrin sama sekali tidak memercayai iktikad Tinuven. Segala perkara kerajaan pasti sukar dan sulit dipahami oleh orang luar, termasuk dirinya sendiri, Adrin. Namun, hasrat Betric menjejakkan kaki ke istana jelas lebih kuat daripada kasih sayang Andrew Gundry, lelaki yang bers

