34

1447 Kata

Setelah berhasil mendapat sepasang kaki indah tanpa bekas luka dan sungguh cocok sebagai model iklan sepatu, aku harus memikirkan cara keluar! Aku ingin berkata, “Tidak masalah. Aku duyung sakti yang bisa memanggil badai. Sekali jentik maka satu dua pulau terlampaui.” Aku salah besar! Hulda tidak mengajariku sihir menyerang. Dia hanya menguliahiku mengenai “betapa menggiurkannya meninggalkan manusia dan bergabung dengan kelompok duyung”. Dasar guru tidak berguna! Loncat dari jendela? Gila! Ruangan yang dipilih Allen merupakan ruang tanpa jendela dan hanya memiliki satu pintu masuk. (Oke, aku anggap kalian sudah tahu di bab sebelumnya.) Angin-angin terletak di luar jangkauanku. Sekalipun bisa meraih akses menuju angin-angin, aku ragu bisa keluar dengan selamat tanpa risiko patah kaki.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN