29

1574 Kata

Kematian Marquis Danglars menjadi buah bibir di antara petinggi. Oposisi, terutama Johan, memanfaatkan kesempatan tersebut. Mereka mulai mempertanyakan kebijaksanaan Caden. Pemimpin yang tidak segan mengangkat pedang kepada orang yang berbeda pendapat. Bukan contoh baik. Terlebih dalam setiap pertemuan penampilan Caden semakin menambah kecurigaan pada diri setiap orang, termasuk pihak yang mendukung Caden sekalipun. Pasalnya kehadiran Caden, entah mengapa, membuat orang-orang yang berada di dekatnya merasa tidak nyaman. Mereka tidak berani melihat langsung ke kedua mata Caden. Sebab di sana mereka akan menemukan kilat bengis—pandangan jahat milik binatang buas. Selain itu, perhatian Caden pun terpecah. Dia lebih sering menunda membuat keputusan. Terkadang Caden pun tidak segan menjatuhi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN