28

2181 Kata

Negosiasi antara Adrin dan Ciara berjalan alot. Mereka tengah berada di salah satu ruangan rahasia yang disediakan oleh pemilik bar. Tentu saja pemilik bar telah berkongkalikong dengan Johan. Hanya ada tiga orang berada di ruangan tersebut. Masing-masing memiliki kepentingan, terutama Adrin. “Musuh dari musuhku adalah temanku,” begitu kata Ciara kepada Adrin. Putri kerajaan Irshin, tersamar dalam jubah hitam. Hanya ketika berada dalam ruangan rahasia, Ciara bersedia menyibak tudung, memperlihatkan rambut hitamnya yang tergerai bebas. Adrin, Ciara, dan Johan duduk mengitari meja bundar. Tidak ada minuman apa pun yang tersaji di meja. Penerangan hanya berasal dari lampu minyak yang terletak tepat di tengah meja. Adrin sengaja memerintah Kiram agar berjaga di luar ruangan—antisipasi bila ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN