Aku merasa seperti ikan yang terjebak di akuarium; ruang gerak terbatas, tidak memiliki kehendak bebas, dan merasa seperti badut. Begitu kesadaran kembali, lampu gantung kristal merupakan benda yang pertama kulihat. Tidak ada jendela. Hanya ruang berisi karpet merah, sofa kulit, dan sebuah akuarium seukuran manusia dewasa yang tingginya hanya mencapai d**a saat seseorang berselonjor. Nah, aku berada tepat di dalam akuarium. Air mengelilingiku, membuat rok gaun—yang modelnya terlalu s*****l—melayang seperti ubur-ubur. Aku mencoba mencari seseorang, siapa pun, sekadar memastikan wajah manusia laknat yang berani menculikku! Awalnya aku mempertimbangkan keluar dari akuarium, tetapi ekorku tidak mau mengikuti kehendak. Barulah aku sadar bahwa diriku masih berwujud duyung. Ekor berwarna perak

