Ngengat menari-nari di sekitar lidah api. Sebagian jatuh lantas terbenam dalam minyak, sementara yang lain hangus terbakar. Embun bermunculan di sepanjang dinding, membuat bau lembap bercampur tengik dari jerami busuk. Tikus berlarian di sepanjang koridor lantas bersembunyi di bawah dipan. Derap langkah ditingkahi erangan seorang pria yang diseret oleh dua lelaki dewasa berpakaian serbahitam. Tanpa ampun mereka melempar lelaki malang itu masuk ke dalam sel. Si lelaki tersungkur dan membentur mayat. Seperti ulat ia mencoba menggerakkan tubuh, tetapi seseorang menendang rusuknya. Dia terbatuk sembari memuntahkan darah hitam. Napas terengah-engah, kedua matanya mencoba beradaptasi. Samar-samar dia bisa melihat orang lain. Tidak seperti dua orang yang menyeretnya, lelaki yang satu ini memakai

