Kai memainkan ponselnya untuk mengurangi kebosanan. Sudah sejam lamanya dia duduk di sofa ruang tengah dengan kondisi gelap seperti ini. Jadi satu-satunya cahaya hanya berasal dari layar ponsel itu. Saat dia melirik sekilas keluar jendela, dia merasa kalau sore hari ini sudah seperti malam hari saja. Cuacanya cukup selaras dengan kondisi hatinya. Gelap gulita. Hanya sesekali terlihat kilatan petir yang menyambar-nyambar. Ia berharap putrinya bisa tidur nyenyak di rumah. Setelah beberapa saat, barulah terdengar suara langkah kaki mendekat. Kemudian lampu utama pun menyala sehingga terlihatlah sang pemilik rumah. Dia seorang wanita cantik yang dikenal baik oleh Kai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Wanita yang akhir-akhir ini mengasingkan diri ke rumah sewaan untuk mengurangi stres.

