46. Saudara Ipar

3211 Kata

Keesokan harinya, Vera bangun dari tidurnya setelah diganggu oleh tangan Jessi. Ia sedikit malas untuk membuka mata karena rasa kantuknya masih belum hilang. Namun karena putrinya mulai nakal, dia terpaksa bangkit dari ranjang. "Iya, iya.." katanya sambil mengucek mata. Dia menggendong Jessi untuk dibawa ke dapur karena tahu ini waktunya s**u. Akan tetapi setelah baru menginjakkan kaki di dapur, dia baru sadar kalau ini memang sudah pagi. Matanya langsung terbelalak karena melihat cahaya matahari sudah menembus kelambu jendela-jendela. Jarum jam menunjukkan pukul enam pagi. Suara-suara burung dan tetangganya yang melakukan lari pagi mulai terdengar. Ia mendadak panik, "Kai belum pulang!" Jessi menunjuk kardus susunya yang ada di atas meja dapur. Ia kemudian didudukkan di atas meja.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN