Setelah makan siang, Vera mengganti posisi Kai untuk menyetir mobil. Dia sama sekali tidak peduli dengan ocehan laki-laki itu dan fokus ke jalanan jam demi jam. Begitu sampai di halaman rumah, dia memyerahkan kunci itu pada Kai. Lalu keluar mobil tanpa salam sedikitpun padanya. Kai ikut keluar rumah dan mengikutinya, "Sayang? Kamu lupa ya, mobilku ada disini. Bagaimana caranya aku pulang dengan dua mobil? Jurus seribu bayangan?" Vera menoleh, "Tinggalkan saja disini, terus kamu pulang, naik ojek kemari, terus bawa mobilmu." "Tidak mau. Kamu pakai mobilku, kita ke rumahku, lalu kuantarkan pulang. Itu lebih efisien waktu." "Aku mau refreshing dulu dari wajahmu, Kai." "Wajahku kenapa? Kamu khawatir jatuh cinta padaku kalau terlalu lama melihatku?" "Hmm.." Vera berusaha tenang, "entahla

