Pemakaman Pak Karsana sudah dimulai. Tidak ada pelayat yang diperbolehkan ikut. Pengiring peti mati yang dibawa oleh petugas hanyalah Kai yang membawa putrinya, Vera, dan Nyonya Gladys saja. Mereka tidak saling bicara hingga prosesi pemakanan ini selesai. Di antara ketiga orang dewasa itu, hanya Vera yang kelihatan tulus meneteskan air mata. Sementara Nyonya Gladys hanya menutupi hidungnya dengan tisu. Kai malah terlihat mengoda Jessi dengan meniupi kepalanya. Para petugas pemakaman itu segera pergi setelah melakukan tugasnya. Nyonya Gladys langsung menaburkan bunga di atas gundukan tanah itu. Lalu berpura-pura menangis tersedu-sedu, "Aku memaafkan semua ketololanmu, Mantan Suamiku." Kai menyindir, "Sudahlah, nggak ada orang disini, nanti saja saat pembacaan surat wasiat." "Ada apa d

