Kai sedang membuat s**u di meja dapur. Raut wajahnya tampak sendu. Seumur hidup, baru kali ini dia hampir merasakan sesuatu yang disebut "putus asa". Segala sesuatu di dunianya seolah berubah menjadi kelabu. Satu-satunya yang menguatkan adalah senyuman Jessi. Dia tersenyum kecil melihat anaknya tertawa karena diangkat tinggi-tinggi oleh sahabatnya, Steven. "Anak yang lahir dari k****m yang dilubangi.." ucap Steven sembari memperhatikan bayi Kai. Jessi meresponnya dengan berusaha mengatakan kosa kata baru, "Wa..wa..wa.." Kai terlihat keberatan, "Bisakah kau langsung saja ke topik obrolan asli kita, Steve, jangan terus menerus mencari tahu caraku menghamili Vera," ia mengambil bayinya dari dekapan Steven. Lalu ia memberikan botol s**u kepada putrinya serta segera duduk di kursi depan Stev

