Vera mengebut tidak peduli rambu-rambu lalu lintas. Dia semakin cepat karena jalanan yang ia lalui juga sedang sepi. Rasa takutnya pada polisi menghilang demi mendapatkan anaknya yang berada di mobil depan itu. Ia berkali-kali membunyikan klakson. Kemudian membuka kaca jendela sampingnya, lalu mengeluarkan kepalanya hanya untuk sekedar berteriak, "BERHENTI KAI! KENAPA KAMU MEREBUT SEGALANYA DARIKU!!" "KAAAAIIII!!" Jeritnya yang cukup keras tapi sedikit diredam oleh hembusan angin. Meskipun demikian, Kai bisa mendengar sedikit amukannya. Ia sengaja memilih rute jalanan yang bebas dari kendaraan lain agar lebih cepat sampai. Melihat mobil istrinya sudah mulai dekat, dia menginjak pedal gas kembali. Akan tetapi dia tetap berhati-hati karena hanya menyetir satu tangan. Sedangkan tangan sat

