Kai akhirnya tiba rumah pribadinya setelah membuat sopir tadi ketakutan setengah mati. Dia menoleh sesaat ke seberang jalan dimana rumah Papanya sudah sangat sepi. Tapi dia tahu sang Papa pasti sedang memperhatikan di balik jendela lantai dua. Karena terlalu lelah dan muak, dia masuk ke rumahnya sendiri. Dia membuka pintu, membuang pistolnya di atas sofa, lalu berniat langsung masuk kamar. Akan tetapi dia tersadar kalau lampu ruang tamunya ternyata sudah menyala. Ia dikejutkan oleh Vera yang sudah duduk santai di sofa. "Itu apa?" Vera salah fokus pada s*****a api yang dibuang Kai, "mainan'kan?" Kai mendekat, "Ngapain kamu disini? Apa Frei tidak mengantarmu pulang?" "Tidak, aku ingin bertemu denganmu. Frei terlalu takut pada Steven, kurasa dia akan pergi keluar kota besok." "Oh, biar

