Keesokan harinya, Di saat Vera masih terlelap tidur, Kai sudah bangun dan memasuki ruang kerjanya yang dipenuhi dengan rak-rak penuh buku, majalah, koran, dan sebagainya. Dia yang masih dalam balutan baju piyama segera duduk di kursi, lalu memandangi gambarannya pada clipboard. Ia tampak mulai menambahkan hiasan pada desain baju pengantin wanita karyanya itu. Tangannya benar-benar mahir dalam menggoreskan pena. Dia memperhalus desainnya selama setengah jam, sebelum mendengar suara Vera di luar ruangan. Pada awalnya dia acuh, tapi karena pintunya diketuk, dia akhirnya berseru, "Iya, masuk saja!" Vera langsung mendobrak pintu nya dengan agresif, lalu berseru, "Mana makanannya!" Ia menutupi mulutnya karena merasa sangat mual, "aku selalu ingin muntah jika tidak makan sesuatu!" "Masa di le

