47. Barely in Control

1611 Kata

Tangan bebas Lucia mengusap punggung tangan keras itu dengan lembut ketika menoleh ke arah Lukman, “Pembatas rumah, Pa. Kakak kesulitan mencari rumah kami karena pembatas baru jadinya langsung pulang.” Dia kemudian beralih ke Zion setelah itu. “Aku melihat ular hampir masuk ke dalam pekarangan rumah kami maka dari itu Mas Ian membangun tembok.” “Kenapa tidak mengabari hal itu ke aku? Aku bisa membantumu.” “Tidak perlu, Kak, karena Mas Ian sangat sigap. Dia tahu aku tidak suka hewan menjijikan, jadi begitu pulang paginya dia dan yang lain langsung mengerjakannya.” Lucia menyandarkan kepalanya di d**a Ian dan tersenyum manis kepada Zion. “Mas Ian sangat peduli padaku, kamu tidak perlu mengkhawatirkan adikmu terlalu berlebihan karena dia berada di tangan yang tepat.” Dan wajah Zion menjad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN