Sepanjang waktu Lucia harus menjawab banyak sekali pertanyaan para wanita, terutama mereka yang usianya tidak jauh beda darinya. Berkat itu dia jadi banyak mengenal orang. Mereka pun saling bertukar kontak termasuk Ratu. Dalam kesempatan itu juga Lucia mengundang mereka untuk datang ke acara rumah barunya di hari Minggu berikutnya. Dan perkumpulan itu kemudian berakhir. “Minggu depan aku akan datang lebih awal agar bisa membantumu.” Lucia menatap Ratu dengan pandangan tidak enak hati. Dari yang wanita ini katakan beberapa waktu yang lalu, dia sudah bertunangan dengan seorang tentara dari angkatan darat. “Oh tidak. Aku tidak akan membiarkan tamuku melakukan itu.” “Tak apa, Cia. Aku hanya ingin menyibukkan diri.” Lucia mendesah pelan. Tepat saat itu, mobi Ian datang. Lucia kembali mena

