Bulan madu mereka yang hanya tiga hari pun berakhir. Dalam tiga hari itu, banyak hal yang terjadi di antara mereka. Lucia memiliki perasaan kuat jika dia dan suaminya semakin dekat dan sangat dekat. Tidak ada lagi kecanggungan, tidak ada lagi perasaan asing di antara mereka. Dia bahkan mengakui bahwa dia mulai terbiasa dengan kepribadian dan stamina pria menakutkan itu. Dan sekarang, waktu yang dia benci. Yaitu, duduk di antara para wanita kurang lebih seumurannya di rumah komandan Ian. Tidak …. Dia tidak benci mereka. Dia hanya benci betapa mengantuknya dia saat ini. Sepanjang perjalanan di jet pribadi Lucia tidak bisa tidur gara-gara Ian. Mereka tiba di ibu kota subuh tadi, Lucia memanfaatkan waktu itu untuk tidur. Terima kasih untuk suaminya yang mau melepaskannya. Kemudian sekitar pu

