44. Dirty questions II

1582 Kata

“Sekarang giliranmu, benar?” tanya Ian seraya mengambil kartu dan Lucia mengangguk kaku. Wanita itu tampak gugup menunggu pertanyaan selanjutnya. “Have you ever done butt stuff? If not, would you like to?” “No, I’m good,” jawab Lucia cepat. Memangnya apa yang dilakukan dengan bokongnya selain hal itu? Hell, no. Tidak akan pernah. Lucia mengambil kartu baru. “Ha-have I ever popped into your head while you were m**********g?” Dia bersemu. Dia yang bertanya, tetapi dia sendiri yang malu. “Ya.” Jawaban ringan itu sontak saja mengejutkan Lucia. Dia menatap suaminya sambil bertanya-tanya. Kapan Ian memikirkannya ketika sedang melakukan itu? Apakah saat bertugas di Pulau Miangas sebelumnya? Berkat jawaban pendek itu, bohong jika Lucia bilang ia tidak bahagia. Berpikir bahwa suaminya bermast

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN