Lily masih memandangi pria di depannya dalam diam. Wajahnya terlihat shock, seakan sulit mempercayai penglihatannya sendiri. “Hai,” sapa pria itu mencoba menyadarkan Lily. Lily mengerjap-ngerjapkan kedua matanya perlahan—berusaha memastikan apakah pria di depannya ini memanglah pria yang telah membuatnya tidak bisa tidur berhari-hari. “Aaron?” gumam Lily yang masih sulit mempercayai penglihatannya sekarang. “Ya, ini aku,” jawab pria itu dengan senyum tipisnya. Namun sayangnya Lily masih tidak bisa membalas senyuman itu. Gadis itu masih terlihat shock, ini terlalu tiba-tiba untuknya—dan juga sulit untuk dipercaya. “Ini... benar kau?” tanya Lily lagi dengan tampang bodohnya. Hal itu membuat Aaron terkekeh geli—merasa lucu dengan tingkah Lily sekarang ini. “Tentu saja, memangnya siapa

