Lily pulang dengan keadaan hati yang sudah cukup lega. Ya, setidaknya lebih baik dibandingkan sebelumnya. Lily memasuki rumah dengan santai, rumah terlihat sepi, Lily bahkan tidak melihat Paman Arthur atau Bibi Martha di sekitaran rumah. Kalau Bibi Martha, Lily yakin pasti sedang sibuk di dapur. Tapi Paman Arthur? Biasanya pria itu selalu ada di kebun depan, tapi tadi Lily tidak melihatnya. Padahal ia berniat ingin meminta maaf. Dia menyesal karena sempat mengabaikan sapaan pria paruh baya itu tempo hari. Saat itu suasana hatinya sedang buruk, jadi dia terlalu malas untuk membuka mulut—bahkan hanya sekedar membalas sapaan saja Lily malas. Dan sekarang Lily sadar tindakannya salah, tidak seharusnya ia melampiaskannya kepada orang yang tidak bersalah. Baru saja Lily akan membuka pintu kamar

