CHAPTER 07

1906 Kata

“Baiklah, aku terima penawaran darimu. Tapi dengan satu syarat,” ujar Lily penuh percaya diri. Dia memang membutuhkan penawaran ini, tapi dia tetap tidak boleh menjadikan ini mudah bagi Aaron. Apalagi pria itu juga sempat mengusirnya dengan begitu kejam. “Sudah kuduga. Orang sepertimu pasti tidak akan melewatkan kesempatan emas seperti ini,” kata Aaron sambil tersenyum miring seolah meremehkan. “Baiklah, katakan berapa yang kau minta,” lanjut Aaron. Lily terlihat memejamkan matanya sejenak. Nafasnya sudah naik turun karena emosi. Rasanya Lily ingin sekali merobek mulut pria ini, namun dia harus sabar. Ingat, dia membutuhkan tempat untuk tidur malam ini. “Sudah kubilang aku tidak butuh uangmu.” Dahi Aaron terlihat berkerut, “Lalu?” “Beri aku pekerjaan.” Aaron semakin mengerutkan dah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN