Setelah hari itu, Aaron tidak pernah lagi menampakkan diri di hadapan Lily. Pria itu terus mengurung diri di kamarnya. Pria itu melewatkan makan malam, bahkan sarapannya pagi ini. Padahal beberapa jam lagi Lily sudah harus pergi ke bandara, namun Aaron masih saja betah mengurung dirinya di kamar. Padahal Lily sangat berharap Aaron mau turun dan duduk bersamanya di sini—setidaknya untuk terakhir kalinya. Namun sepertinya keinginan Lily ini tidak akan terjadi. “Jam berapa jadwal penerbangan Anda, Nona?” tanya Bibi Martha yang kali ini tidak langsung kembali ke dapur. Wanita itu kali ini lebih memilih untuk duduk di kursi seberang Lily. Mungkin wanita itu ingin menemani Lily di hari terakhir nona mudanya berada di sini. “Jam sembilan pagi,” kata Lily sembari melanjutkan sarapannya. Sema

