Lily tengah duduk di bangku panjang di taman depan. Dari sini ia bisa melihat Paman Arthur tengah menanam mawar-mawar yang sengaja ia beli ketika perjalanan pulang tadi. Ketika di perjalanan pulang, ia tidak sengaja melihat penjual mawar—bukan mawar berupa tangkai-tangkai seperti di florist, melainkan mawar-mawar yang masih diletakkan di dalam pot-pot kecil. Butuh perjuangan yang besar bagi Lily untuk bisa membawa pulang mawar-mawar tersebut. Namun begitu melihat mawar-mawar itu kini sudah berjejer indah di halaman depan, membuatnya puas. Perjuangannya tidak berakhir sia-sia. “Silakan, Nona,” kata Bibi Martha sembari mengangsurkan nampan berisi secangkir teh dan juga cookies cokelat. Lily memandangi nampan tersebut dengan sebelah alis yang terangkat, dia tidak merasa meminta Bibi Martha

