CHAPTER 43

1828 Kata

Lily tengah duduk di bangku panjang di taman depan. Dari sini ia bisa melihat Paman Arthur tengah menanam mawar-mawar yang sengaja ia beli ketika perjalanan pulang tadi. Ketika di perjalanan pulang, ia tidak sengaja melihat penjual mawar—bukan mawar berupa tangkai-tangkai seperti di florist, melainkan mawar-mawar yang masih diletakkan di dalam pot-pot kecil. Butuh perjuangan yang besar bagi Lily untuk bisa membawa pulang mawar-mawar tersebut. Namun begitu melihat mawar-mawar itu kini sudah berjejer indah di halaman depan, membuatnya puas. Perjuangannya tidak berakhir sia-sia. “Silakan, Nona,” kata Bibi Martha sembari mengangsurkan nampan berisi secangkir teh dan juga cookies cokelat. Lily memandangi nampan tersebut dengan sebelah alis yang terangkat, dia tidak merasa meminta Bibi Martha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN