46

436 Kata

" Ah, ga asik, lo, Rummm!! Masa ngancam - ngancam ginii. Gak suka gak sukaaaa, gue gak suka !! " protes Argentum yang malahan dengan sedikit berteriak. Dan sekarang beberapa pasang mata berseragam sekolah menengah atas Khatulistiwa sedang memperhatikan kami dengan antusias. " Gak usah teriak - teriak, malu, Ar, " ucapku lirih kepada Argentum. " Cepet lepasin! " Untungnya, Argentum mau mendengarkan aku kali ini. Dia membebaskan bahuku dari tangannya. Kami terus berjalan beriringan di koridor gedung A. Kelasku ada di ujung koridor ini. Kalau kelas Argentum …. Ah, iya, mengapa dia ke gedung A? Harusnya kan dia di gedung B? " Lo nyasar? " tanyaku kepada Ar. Dia tampak cemberut. Bibirnya dimanyunkan dengan kedua tangannya dilipat di depan d**a. Dasar cowok gampang ngambek. Tapi … perlu aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN