Saat Kenyataan Tidak Sesuai Harapan

1212 Kata

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya dr. Sinta datang juga, kali ini, raut wajahnya berubah lagi, berbeda dari saat kami datang tadi. ‘Dia bagai bunglon, bisa berubah-ubah setiap saat’ ucapku dalam hati, melihat raut wajahnya yang sangat gugup kali ini. “Rin Farel, tidak ada di ruangannya,” ucapnya dengan tatapan ragu membuatku semakin penasaran. “Kemana?” “Kata seorang perawat yang aku temui tadi … dia lagi makan siang di pantry rumah sakit , bagaimana kalau kita pulang saja,” ucapnya berusaha membujukku untuk pulang. “Kita sudah berjalan sampai sejauh ini Dok, tinggal satu langkah lagi, masa kita harus mundur.” “Rin, pantry rumah sakit itu, di dikhususkan untuk para dokter di rumah sakit ini,” ucapnya gugup. “Dokter lupa iya …. Aku, kan, dokter bedah saraf, namaku dr. Linda,”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN