Setelah makan siang, aku langsung mandi aku ingin terlihat cantik bertemu Farel, walau aku masih meras sedih. Tetapi aku harus tetap cantik untuk bertemu dengan suamiku. “Rin, terkadang apa yang kita harapkan sering sekali tidak sesuai harapan,” ujar Dr sinta, dengan suara lembut, ia berdiri di belakangku dengan tatapan iba, aku bisa melihat wajahnya dengan jelas dari pantulan kaca, “Apa kamu sudah siap menerima hal itu?” Ia menyentuh pundakku. “Iya,” jawabku, meneruskan memoleskan gincu berwarna merah hati itu ke bibir. Memoles wajahku, dengan sedikit sentuhan riasan wajahku terlihat lebih cantik dan fres “Baiklah, kalau kamu sudah yakin," ucapnya lagi. Tetapi sejujurnya, aku tidak yakin dengan jawabanku sendiri, aku tidak tahu apa aku masih kuat atau tidak. Tetapi kalau tidak mencob

