Hatiku sangat sedih sedih belakangan ini setiap kali menelepon Haikal, ia seolah-olah tidak punya keluarga, karena ia tinggal di panti asuhan. Setelah berpikir panjang aku ingin jujur pada mereka. Sinta memberi usulan agar Ayahku yang datang ke Taiwan. Ternyata beliau mau, ia datang bersama Damar. Aku memutuskan menceritakan semuanya pada Ayahku dan Anak-anak, kalau Aku punya anak lagi dan sudah menikah. Awalnya mereka semua terkejut karena aku menikah dan memiliki anak tanpa mereka tahu. "Kok, Ibu baru bilang sekarang?" tanya Darma saat itu saat mereka sudah tiba. "Ibu, ingin memberitahukan saat waktunya sudah tepat, Nak." "Terus ... saat ini, apa sudah tepat, Bu?" tanya Darma. "Setelah Ibu pikirkan sudah Nak, karena kasihan anak itu, aku meninggalkan di pantai asuhan." Ada banyak

