Aku Pergi Untuk Kehidupan yang Lebih Baik

1039 Kata

Setelah mengurus tiket dan paspor, kami kembali lagi Ke Bali. Aku menatap wajah mungil bayi berusia satu bulan lewat satu minggu itu, kutatap wajahnya dengan erat, ada perasaan yang aneh di dadaku saat melihat wajah mungilnya. Menatapnya mengingatkanku pada Farel sang ayah. “Aku akan meninggalkanmu di sini dulu, bertahanlah sampai Ibu kembali , Ibuakan menjemputmu nanti,” ucapku menatapnya. “ Ibu juga meninggalkan kedua saudaramu juga, bukan hanya kamu, Nak. Kalian bertiga harus sabar dan tabah.” Mengecup pipinya dan memberikannya pada susternya. ‘Aku akan membesarkanmu dengan baik, kamu milik Ibu, tidak akan Aku biarkan siapapun merebutmu dari Ibu, tidak akan, aku juga tidak membiarkan siapapun menyakitimu’ ucapku dalam hati. Lalu meninggalkannya di panti, Aku akan membalut luka di ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN