Memberi Pelajaran Pada Ibu Tiri yang Jahat

1092 Kata

Lima bulan kemudian Aku memberanikan diri, untuk menelepon anak-anakku, karena sebelumnya Aku sengaja menahan diri tidak menelepon, takut Jeny menangis. Namun, pikiranku belakangantidak tenang, apa lagi saat mendengar Ibu tiri mereka. Sebelumnya aku sudah menelepon Dimas ayah Jeny dan Darma. Tetapi ia mengatakan kalau istrinya baik pada anak-anak. Aku tidak percaya, ia pasti membela wanita itu, karena ia istrinya. Aku lebih percaya pada anak-anakku. Aku menarik napas panjang sebelum menelepon ke ponsel Darma, aku sengaja menelepon anak tampan itu, karena ia jarang menangis. Kalau adiknya ditelepon pasti airmata dulu yang tumpah baru suara belakangan. Aku tidak tahan bila melihatnya menangis, aku jauh lebih sakit. Jika melihatnya menangis, maka itu, aku menelepon Damar. Ia menceritaka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN