5 Tahun Kemudian
Brakk.....
Sebuah pintu terbuka secara kasar membuat sang pemilik kamar mengerjapkan mata, namun hanya sesaat. Setelahnya Ia kembali bergulat dengan selimutnya.
"Yak......apalagi yang Kau lakukan hingga Kau terlibat skandal lagi?....." Tanya namja berusia 30 geram kepada artis asuhannya.
"Kau mengganggu tidurku Hyung...." Gerutu sang artis, lebih tepatnya penyanyi, sembari menutup kepalanya dengan bantal.
"Huft.....Kau tidak lelah selalu membuat skandal Bum-ah?....." Tanya Lee Min Ho sang manager.
"Aku tidak pernah membuatnya.....netizen saja yang selalu mencari beritaku...." Sangkal namja bernama Kim Bum.
"Tapi netizen tidak akan membuatnya jika Kau tidak memancingnya...." Balas Min Hoo geram karena artisnya itu selalu menjawab ucapannya.
"Sudahlah....bukannya bagus netizen memberitakan Aku....setidaknya orang-orang akan selalu mengetahui tentangku...." Ucap Kim Bum bersandar pada kepala ranjang.
"Semua orang atau 'seseorang' ?...." Cibir Min Ho tanpa tanggapan Kim Bum.
"Sudahlah.....sekarang yang Aku tanyakan apa benar Kau berkencan dengan Geun Young?..." Tanya Min Ho kembali membahas skandal yang langsung panas walau baru tersebar tadi malam.
"Kalau tanpa sengaja kami bertemu lalu saling menyapa dan tersenyum disebut kencan....maka Aku juga berkencan dengan semua fansku...." Jelas Kim Bum.
"Tapi kenapa Geun Young hanya tersenyum saat ditanya seolah membenarkan berita itu?..." Heran Min Ho.
"Kalau itu tanyakan sendiri padanya...." Jawab Kim Bum acuh sembari memejamkan mata masih dengan bersandar di dashboard ranjang.
" Baiklah.....Aku akan mengklarifikasinya....Sekarang bersiaplah....kita akan ke bandara menemui rombongan 'law of the jungle'..."
"Hmmm.....5 menit lagi...." Minho hanya mengangguk lalu keluar kamar dan menyiapkan makanan cepat saji yang sudah Ia bawa untuk sarapan mereka.
Kim Bum, lebih jelasnya Kim Sang Bum merupakan artis atau penyanyi beraliran rock yang sedang naik daun. Ia memulai kariernya sejak 5 tahun yang lalu dan 2 tahun terakhir namanya semakin melambung. Suara yang bagus, wajah yang rupawan, senyum memukau, sudah pasti akan memiliki banyak penggemar terlebih Ia menciptakan hampir semua lagunya sendiri. Dia memang seorang rocker namun penampilannya tidaklah urakan. Berpisah dengan kekasih karena merasa masa depannya tidak terjamin membuat Kim Bum bertekad membuktikannya. Walaupun tidak sebagai orang kantoran namun Ia akan menunjukkan jika hidupnya mapan.
~o0O0o~
Tap....tap....tap...
Suara hentakan kaki yang terdengar cepat bersautan menandakan jika sang pemilik kaki sedang berlari.
"Pasien atas nama Kim Sang Bum....hhh" ucapnya terengah di meja informasi rumah sakit. Setelah mendengar jawaban perawat itu Minho pun kembali bergegas menuju ruang rawat. Dalama hatinya Ia mendumel sekaligus khawatir dengan keadaan artisnya itu. Baru tadi pagi Ia berdebat dengan Kim Bum mengenai skandalnya dengan Geun Young, siang ini dia menerima telpon yang memberitahukan jika Kim Bum kecelakaan lalu lintas. Sedangkan Dia baru saja menandatangani perjanjian jika Kim Bum akan ikut serta sebagai bintang tamu acara 'The Law of Jungle'. Melihat keadaan Kim Bum saat ini tentunya sudah pasti acara itu dibatalkan.
Saat memasuki ruang rawat itu terlihat Kim Bum berbaring masih belum sadarkan diri.
"Hhhh......bekerja denganmu selalu membuat jantung dan otakku bekerja ekstra....." Gerutu Minho setelah memeriksa Kim Bum dan melihat Kim Bum hanya luka ringan. Hanya tangan kanannya yang diperban.
"Kalau begitu cari artis lain saja...." Lirih Kim Bum yang ternyata sudah sadar. Kim Bum tahu Minho tidak akan melakukan itu karena mereka sudah bersahabat sejak lama dan Minho bagai kakak bagi Kim Bum. Minho sudah siap menjitak gemas kepala pria yang Ia anggap adik itu saat pintu terbuka.
Cklek
Pintu terbuka dan masuklah seorang dokter perempuan diikuti dua perawat pria dan wanita. Minho menatap sang dokter terpaku hingga tanpa sadar mulutnya sedikit terbuka. Kim Bum masih menutup matanya tanpa peduli apa yang terjadi.
"So....Eun? " Minho berucap tergagap.
"Minho Oppa....lama tidak bertemu bagaimana kabarmu?...." Sapa Dokter yang ternyata So Eun.
"Jika kalian ingin berbincang sebaiknya pergi...." Sinis Kim Bum masih memejamkan matanya. So Eun terkesiap kemudian menarik nafasnya mencoba menenangkan diri.
"Maaf Opp....Kim Bum-shi...." Kim Bum diam tidak menjawab.
So Eun pov
Saat ini Aku sedang memeriksa pasienku, tepatnya Kim Bum Oppa, cinta pertamaku. Sebelum memasuki ruangan ini Aku sudah berusaha menenangkan jantungku saat salah satu pasienku ternyata Kim Bum. Sudah lima tahun berlalu dan kami tidak pernah saling bertegur sapa. Itulah yang membuatku gugup, apakah Dia akan bersikap biasa atau bersikap cuek karena membenciku. Dan semua terjawab saat ini...Dia membenciku....
"Apa yang Anda rasakan?...." Aku berusaha bersikap tenang.
"Tidak ada...." Jawabnya datar masih memejamkan mata.
"Kepala Anda sakit?...." Tanyaku lagi agar dia bersuara. Jujur Aku merindukan suaranya yang datar namun terdengar lembut. Bolehkah disaat Aku sudah....menyakitinya.
"Tidak...." Kembali suara datar yang terdengar. Entah kenapa So Eun ingin menangis saat ini. Bertemu dengan cinta pertama yang Ia sakiti setelah 5 tahun lebih sungguh pertemuan yang emosional.
"Bisa Anda buka mata Anda .... Saya harus memeriksanya...." Ujarku. Setelah 5 detik yang terasa sangat lama bagiku akhirnya mata tajam itu terbuka dan menatapku dengan tatapan tajam tak bisa terbaca..... Aku berusaha tenang dengan mencoba memeriksa matanya menggunakan senter kedokteran. Aku berharap dengan penerangan senter Aku dapat melihat arti tatapannya namun sepertinya tidak.
Setelah memeriksa matanya Aku pun mencoba memeriksa tangannya yang diperban. Tangan yang dulu selalu menggandengku, mengusap kepalaku, menarikku kepelukannya.
"Mungkin perban ini sudah bisa dilepas dalam 3 hari...." Ucapku menatapnya, Dia tidak menjawab namun tetap menatapku.
"Kaki Anda juga hanya cidera ringan.... Akan segera pulih...." Ucapku lagi. Aku pun kemudian menginterupsikan apa saja yang harus dilakukan perawat dan kapan saja harus mengontrol Kim Bum-ku. Kim Bum-Ku?....Sudah lama Aku tidak menyebutnya seperti itu.
Tidak lama kemudian Aku pun pamit masih dengan tatapannya yang mengikutiku. Dia tidak berubah, matanya bisa terbuka sangat lama untuk mengikuti setiap pergerakanku, dan tatapamnya yang seperti itu selalu membuatku gugup. Dulu Dia melakukan itu jika berfikir Aku membohonginya atau menyembunyikan sesuatu darinya. Dia akan menatapku terus hingga Aku menyerah dan mengatakan yang sebenarnya. Dan jangan lupakan jika Aku memeluknya terlebih dahulu untuk menutupi rasa maluku ketika Dia menatapku intens. Oh...Aku merindukan itu....Tapi bolehkah?....Aku wanita yng sudah menikah.....
So Eun Pov End
~oO0Oo~
"Wowww....." Setelah So Eun keluar dari kamar inap Kim Bum, hanya satu kata itu yang bisa Minho ucapkan. Kemudian Ia pun menyipitkan matanya yang sudah sipit dan menatap tajam Kim Bum yang kini lebih memilih kembali memejamkan matanya.
"Apa ini rencanamu?...." Tanya Minho menyelidik.
"Apa Kau gila?....Untuk apa Aku merencanakan kecelakaan beruntun yang melibatkan 5 mobil dan mungkin saja ada yang meninggal...." Ujar Kim Bum datar. Minho mengangguk-angguk namun masih berfikir.
"Lukamu sepertinya tidak terlalu parah sehingga harus dirujuk dari Klinik....Dan Kau juga tidak terkejut saat So Eun masuk ruangan ini...." Ujar Minho masih berusaha menggali informasi. Memang tempat kejadian kecelakaan itu jauh dari rumah sakit ini sehingga semua pasien awalnya dibawa ke Klinik terdekat dan hanya pasien yang lumayan parah saja yang dirujuk ke rumah sakit besar.
"Diamlah....Aku mau istirahat....." Minho hanya mencibir.
"Sudahlah.....Aku harus pergi untuk mengurus schedule mu yang berantakan karena kecelakaan ini....istirahatlah...." Minho mengusap gemas kepala Kim Bum. Setelah kepergian Minho, Kim Bum pun membuka matanya dan kembali mengingat bagaimana Ia bisa mengalami kecelakaan. Semua karena sesuatu hal yang Ia lihat mengacaukan konsentrasinya menyetir dan disaat bersamaan beberapa mobil di depannya berhenti mendadak. Ia yang tidak konsentrasi pun terlambat menginjak rem sehingga Ia menjadi mobil ketiga dalam kecelakaan beruntun itu.
Hal yang Ia lihat itu jugalah yang membuat Ia meminta di rawat di rumah sakit ini, Ia ingin memastikan sesuatu.