Part 6

1521 Kata
Selagi Kyuhyun bersama Ara, So Eun dan So Ra kini sedang menikmati kuality time antara Ibu dan anak di sebuah mall besar di Seoul. So Ra nampak menarik So Eun menuju store sepatu setelah sebelumnya ke store pakaian dan toko perlengkapan sekolah. "So Ra, pelan-pelan..... Kau ingin ke mana lagi?...." Ujar So Eun mengejar So Ra saat So Ra berlari keluar toko sepatu ketika So Eun tengah membayar di kasir. Untungnya So Ra akan berhenti berlari jika Ia rasa So Eun tertinggal jauh. "So Eun Eomma....di sana ramai sekali.... Aku ingin ke sana...." Ucap So Ra sembari menarik tangan So Eun ketika So Eun sudah berada di dekatnya. Tangan kanan So Ra menarik tangan kiri So Eun, dan tangan kanan So Eun menenteng beberapa paper bag hasil belanjaan puteri kecilnya yang lincah itu. Gerakan So Ra terhenti ketika sudah ikut berada di bagian belakang barisan orang atau tepatnya antrian. So Ra nampak memanjangkan lehernya berusaha melihat ke depan di antara banyaknya orang yang jelas jauh lebih tinggi dari dia. So Eun hanya bisa melihat dan menggelengkan kepalanya geli melihat sikap So Ra yang selalu memiliki rasa ingin tahu yang besar. "So Eun Eommaaaa..... Itu foto Uncle Kim...." Ujar So Ra dengan binar bahagianya ketika melihat poster besar Kim Bum yang tergantung di lantai bagian atas mall. So Eun terkejut karena Ia baru menyadarinya. Seketika jantungnya berdegup cepat mengingat sang mantan. So Eun juga merasa gugup dan bingung harus bersikap bagaimana setelah kemarin baru saja Ia mematahkan hati pria itu. "So Ra sayang, sebaiknya kita pergi ya.....sepertinya Uncle Kim sedang sibuk....." Bujuk So Eun merasa belum siap bertemu Kim Bum. So Eun berusaha menyembunyikan suara dan juga wajahnya diantara para penggemar Kim Bum yang sepertinya sedang mengantri untuk meminta tanda tangan Kim Bum di acara fansmeeting itu. So Ra yang semula bersemangat berjinjit untuk melihat ke depan seolah tidak sabar untuk segera bertemu uncle Kim-nya itu tiba-tiba memberengut sedih dan kecewa. "Tapi So Ra ingin bertemu Uncle Kim Eomma..... So Ra merindukan uncle Kim Eomma...." So Eun terdiam merasa heran karena baru sekali So Ra bertemu Kim Bum namun mereka nampaknya sudah begitu lengket. So Eun merasa bersalah dan sadar bahwa secara tidak sadar Ia lah yang membuat So Ra begitu menyukai Kim Bum. "So Eun....." Walau sangat lirih diantara banyaknya suara teriakan namun So Eun dapat mendengar Kim Bum yang menyebut namanya. Tanpa sadar kini So Ra dan So Eun sudah berada di antrian ke lima sehingga Kim Bum kini sudah menatapnya. Karena Kim Bum yang sudah mengetahui keberadaannya membuat So Eun merasa tidak baik jika Ia menghindar. Akhirnya So Eun tetap membiarkan So Ra menemui Kim Bum. "Uncle Kiiimmm..... ". So Ra bersorak senang saat Dia sudah tepat berada di hadapan Kim Bum. " Hai sayang..... Kemarilah...." Kim Bum pun meminta So Ra untuk mendekat padanya sehingga So Ra pun berjalan mengitari meja untuk bisa bersama Kim Bum. Setelah So Ra berada didekatnya, secara reflek Kim Bum pun mengangkat So Ra duduk dipangkuannya lalu menciumi pipinya. So Eun hanya bisa tersenyum simpul menatap kehangatan itu. "Kim Bum....masih ada yang mengantri...." Kesadaran So Eun kembali ketika mendengar Min Ho berujar pada Kim Bum. "So Ra.....Kau mau menunggu uncle?.....Kalau Iya, So Ra tunggu bersama uncle Minho dulu ya.....Uncle Kim harus menyelesaikan ini dulu...." So Ra pun mengangguk semangat dan langsung mengikuti Min Ho yang sudah mengulurkan tangannya mengajak So Ra. So Eun yang ingin menolak pun langsung terdiam saat Kim Bum menatapnya tajam walau sekilas setelah itu Kim Bum kembali tersenyum menghadap para penggemarnya. ~oO0Oo~ "Kau yakin dengan pilihanmu?...... Kau bahagia?....." Tanya Kim Bum memecah keheningan. Setelah acara fans meeting, Kim Bum mengajak So Ra makan dan kemudian langsung mengantarnya pulang. Kini mereka sedang berada di mobil yang terparkir di basemant apartement So Eun. So Eun dan Kim Bum duduk di kursi belakang dengan So Ra tertidur di pangkuan So Eun. Minho hanya duduk diam di kursi kemudi setelah menutup pembatas antara kursi depan dan tengah untuk menjaga privasi Kim Bum. "Ya.....ini pilihanku...." Lirih So Eun tanpa menatap Kim Bum. "Aku juga melihatnya..... Kau bahagia dengan keluarga kecilmu.... Tapi rasanya masih sulit melepasmu....." Suara Kim Bum tidak kalah lirih dengan mata tajam walau sudah memerah dan berkaca-kaca. So Eun hanya diam memalingkan wajahnya merasa tidak tega melihat kesedihan di wajah Kim Bum. Kim Bum memegang dagu So Eun mengarahkan So Eun menghadapnya kemudian kembali bertanya dengan suara lirih dan tatapan sendu membuat So Eun meneteskan airmata tanpa bisa menahannya. Sungguh, wajah Kim Bum saat ini nampak penuh kesakitan dan kesedihan. "Apakah rasa cintamu padaku sudah tidak ada?...." "Oppa...... Kau sempurna.... Kau akan bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dariku....." Suara So Eun bergetar merasa tidak tega. Kim Bum sesungguhnya pria yang baik dan Ia tidak ingin Kim Bum hancur hanya karena dirinya. Kim Bum tersenyum tipis kemudian menempelkan hidungnya pada leher So Eun, menghirup aroma yang selalu bisa membuatnya tenang. "Apa Aku boleh berfikir jika Kau memilihnya hanya karena Kau merasa tidak pantas bersamaku?....," Nada Kim Bum terdengar lebih bersemangat dari sebelumnya. "Tapi, bukan wanita terbaik atau sempurna yang Aku butuhkan.....Aku butuhkan wanita yang Aku cintai....dan itu Kau......hanya Kau, Kim So Eun....." Ucap Kim Bum tajam kemudian menarik tengkuk So Eun untuk bibirnya. So Eun terkesiap dan tidak bisa melawan karena tangannya sedang memegang So Ra agar tidak terjatuh. "Aku mencintaimu....tidak akan pernah ada yang lain...." Kim Bum berucap masih di depan bibir So Eun. So Eun mendorong Kim Bum setelah sadar akan keterkejutannya. "Aku tidak peduli.... Yang jelas Aku akan tetap bersama suamiku kelak...." Lirih So Eun namun mencoba menatap tajam Kim Bum. "Semoga Kau tidak menyesal...." Sinis Kim Bum. So Eun hanya berusaha menarik nafas untuk meredakan emosinya. "Terima kasih atas tumpangannya..." Ucap So Eun kemudian menggendong So Ra meninggalkan mobil beserta Kim Bum. Tepat setelah pintu tertutup, airmata Kim Bum pun langsung mengalir. "Aku tidak bisa..... Ini sungguh memyakitkan...." Lirih Kim Bum nampak sangat tersiksa. Bahkan Min Ho pun ikut meneteskan airmata ketika melihat Kim Bum setelah membuka pembatas. "Apa Kau benar-benar orang yang kurang beruntung soal cinta...." Batin Min Ho berucap kasihan mengingat Kim Bum yang dulu ditinggalkan orang tuanya dan kini Ia pun ditinggalkan wanita yang selalu Ia anggap takdirnya. ~oO0Oo~ Dua minggu berlalu dan selama dua minggu ini semuanya nampak berjalan seperti biasa. Minho bersyukur Kim Bum dapat beraktivitas seperti biasa walau kembali dengan pandangan kosong tanpa binar bahagia atau semangat. Namun setidaknya Kim Bum tidak bunuh diri atau membunuh Kyuhyun, pikir Minho, mengingat bagaimana wajah penuh kesakitab dan tekad penuh emosi pernah terlihat ketika terakhir kali Kim Bum bertemu So Eun. Namun tanpa sepengetahuan Minho, Kim Bum masih melakukan sesuatu yang berhubungan dengan pasangan itu. Kim Bum meminta beberapa orang untuk mengawasi So Eun, Kyuhyun dan Ara. Dan selama ini belum ada laporan yang membuat Kim Bum harus bertindak. Nampaknya Kim Bum hanya menunggu hingga saatnya Ia harus bertindak. Di sebuah mall besar nampak sepasang manusia berjalan bersama di bagian swalayan untuk membeli keperluan rumah. "Kyu,.....Kau ingin makan apa malam ini?..." Tanya wanita itu sembari melihat-lihat dibagian etalase daging. "Aku ingin memakanmu chagi...cup" bisik Kyuhyun lalu mengecup singkat bibir wanita itu membuat wanita itu terkejut. " Kyuuuuu..... Jangan sembarangan.... bagaimana jika ada yang melihat?!...." Ucap wanita berpostur tinggi itu setelah memukul ringan lengan Kyuhyun dan melihat sekeliling bersyukur tidak ada yang melihat dan memperhatikan mereka. Kyuhyun nampak menghela nafas kemudian menarik lembut tangan yeoja itu mengajaknya kembali melihat-lihat daging. "Kyu....lepas....nanti ada yang melihat..." Ucap yeoja itu berusaha melepaskan genggaman tangan Kyuhyun yang menggenggam erat tangannya. "Go Ara....diamlah..... Kalau tidak Aku akan menciummu.... " desis Kyuhyun geram. Mengenal Kyuhyun hampir 7 tahun membuat Ara tahu jika Kyuhyun selalu melakukan apa yang Ia ucapkan sehingga kini Ara hanya bisa diam dan menerima. Ara kini hanya berjalan sembari merunduk atau mengalihkan matanya pura-pura melihat barang-barang yang ada di etalase tanpa sekalipun melihat apalagi mengajak Kyuhyun berbicara seperti sebelumnya. Kyuhyun merasa bersalah kemudian menarik Ara ke pojok lorong swalayan yang cukup sepi dan jarang didatangi pengunjung. "Maafkan Aku..... " lirih Kyuhyun merasa bersalah sembari mengusap kepala Ara yang masih tidak mau menatapnya. "Mereka mengetahuinya.... jika Aku bukan isterimu..." Gumam Ara dengan airmata yang menetes sesekali. "Maafkan Aku.... " Sekali lagi Kyuhyun meminta maaf dan kali ini sembari mengusap airmata Ara yang menetes. "Gweanchana... Tapi ku mohon... Jangan terlalu dekat lagi denganku..." Mereka berbicara dengan suara cukup lirih. "Tapi Aku ingin sekali bisa bersikap layaknya pasangan denganmu... " Kyuhyun berusaha berbicara lirih walau saat ini Ia ingin berteriak kesal. "Statusmu saat ini adalah...... suami So Eun...." Ara mengingatkan. "Hhhh.....maafkan Aku...." Entah kenapa hari ini Kyuhyun seringkali mengucapkan kata maaf. Ia berharap dengan kata maaf dapat sedikit mengurangi sakit di hati Ara. "Aku mencintaimu...." Bisik Kyuhyun setelah menarik Ara dalam pelukannya. Tanpa bisa mencegahnya lagi, airmata Ara kini mengalir deras. "Aku juga mencintaimu Kyu..." Bisik Ara membalas pelukan Kyuhyun. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat kegiatan mereka. Mata itu nampak memancarkan kekecewaan dan kemarahan, tangannya pun mengepal mencoba meredam emosinya. Merasa tidak bisa menyelesaikan secara langsung karena tidak ingin mengundang perhatian, Ia pun segera pergi meninggalkan pasangan itu
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN