Part 5

1865 Kata
Brakkk Bunyi pintu yang ditutup secara kasar berhasil mengagetkan Min Ho yang sedang bersantai di apartement Kim Bum. "Ada apa?...." Tanya Min Ho berusaha untuk tidak memarahi Kim Bum ketika melihat wajah terluka Kim Bum. Ketika keluar dari restaurant tadi mungkin terlihat berbagai emosi seperti kemarahan, kekecewaan, dan kesedihan. Namun saat ini yang terlihata hanya ekspresi dan tatapan penuh kesedihan dan luka yang dalam. "Dia memilih suami brengseknya itu...." Ucap Kim Bum lirih. Min Ho ikut merasakan sakit yang Kim Bum rasakan ketika mendengar nada pilu dan terluka dari Kim Bum. Hal ini mengingatkan Minho akan kejadian 5 tahun lalu. 5 tahun yang lalu Minho menemukan Kim Bum berbaring di bawah guyuran hujan di halaman rumah atapnya. Pandangan Kim Bum saat itu penuh luka kemudian menangis histeris bahkan berteriak seolah ingin melampiaskan semua emosinya. Namun Minho merasa kali ini luka Kim Bum lebih dalam dari 5 tahun yang lalu. Mungkin bagi orang yang tidak mengenal Kim Bum maka berfikir Kim Bum terlalu berlebihan. Mereka masih muda dan tidak sepatutnya terlalu mencintai sehingga ketika kehilangan akan begitu hancur. Namun Kim Bum yang hidup dipanti asuhan dengan banyak pandangan mencemooh pada dirinya membuatnya sangat menghargai orang-orang yang menerimanya apa-adanya seperti Minho , Kim Joon, dan So Eun. Walau sebelumnya Kim Bum dan So Eun tidak terlalu dekat namun So Eun tidak pernah menatapnya kasihan apalagi mencemooh. Tidak seperti wanita lain yang mulanya mengagumi sosok tampan dan keren Kim Bum namun ketika mengetahui kisah Kim Bum mereka merubah pandangan mereka menjadi kasihan bahkan terkadang tidak sudi lagi berdekatan dengan Kim Bum. 5 tahun yang lalu Kim Bum merasa hancur dan tidak kuat. Namun mengingat alasan So Eun meninggalkannya karena sang orang tua yang tidak merestuinya membuatnya bangkit. Ia mencoba kuat dan berjanji pada diri sendiri bahwa Ia akan menjadi orang yang berhasil agar orang tua So Eun, terutama Eomma So Eun tidak lagi menolaknya. Karena tekad itulah kini Kim Bum menjadi pria yang sukses. Kim Bum yakin meski So Eun menikah dengan pria lain namun So Eun akan tetap mencintainya. Karena itu Ia bertekad menunggu So Eun untuk menjadi takdirnya. Namun keyakinan itu terkikis sejak mendengar kata cinta dan rindu So Eun untuk suaminya ketika di rumah sakit. Dan kini keyakinan itu hanya menyisakan 1% saat So Eun lebih memilih suaminya bahkan dengan mengatakan rasa cintanya yang besar untuk suaminya. Saat itu juga Kim Bum seolah benar-benar hancur dan serasa tidak bisa bernafas. Namun masih ada satu alasan lagi yang membuat Kim Bum merasa harus kuat sehingga saat itu Kim Bum nampak kuat dan bahkan bisa meninggalkan lebam pada tubuh Kyuhyun. Begitu banyak bukti jika So Eun kini merupakan takdir Kyuhyun tidak berarti bisa menghapus 100% keyakinan Kim Bum jika So Eun masih mencintainya dan akan menjadi takdirnya. Walau hanya 1% namun Kim Bum masih memiliki keyakinan jika So Eun masih memeiliki cinta untuknya dan ada alasan lain sehingga So Eun memilih Kyuhyun. Walau entah itu benar atau hanya alasan semata untuk Kim Bum mempertahankan egonya untuk memiliki So Eun. "Tenang.... Yakinlah jika nantinya Kau akan mendapat kebahagiaan.... Walau bukan dengan So Eun...." Minho berucap saat memeluk Kim Bum untuk menguatkannya. "Tapi Aku mencintainya Hyung.... Sangat mencintainya....hikz...."  "Kalau Kau mencintainya maka seharusnya Kau bisa melepasnya jika Dia bahagia dengan pilihannya...." Kim Bum terdiam sesaat namun kata-kata Kim Bum selanjutnya berhasil membuat Minho merinding takut jika cinta Kim Bum kini sudah berubah menjadi obsesi. "Tapi tidak saat ini.... Saat ini belum saatnya Aku menjauh dari So Eun.... Aku belum selesai dengan apa yang ingin Aku capai.... Ini belum saatnya Aku menyerah.... " ucap Kim Bum penuh tekad. ~oO0Oo~ "Auch....." Kyuhyun meringis saat So Eun menekan luka di wajahnya ketika memberikan salep obat. "Maaf Oppa..." Ucap sesal So Eun. "Oppa hanya bercanda.... Ini tidak sakit....." Kyuhyun tersenyum lembut menatap So Eun yang kini menunduk berusaha terlihat sibuk dengan merapikan isi kotak P3K. Kyuhyun tahu pikiran So Eun tadi pergi entah kemana ketika mengobatinya karena itu Ia mencoba menyadarkan So Eun dengan suara ringisan. "Kau tidak ingin tahu apa yang Kim Bum katakan saat memukuli Oppa?..." Tanya Kyuhyun masih dengan nada lembutnya. "Apa Oppa diam saja saat Kim-...saat Dia memukul Oppa?...." Kyuhyun tersenyum kecil saat tahu So Eun berusaha mengalihkan pembicaraan. "Apa yang Kau harapkan?....Oppa balas memukulnya?.... Tentu Oppa bisa melakukannya.... " "Lalu kenapa tidak Oppa lakukan?...." "Karena Oppa tahu Kau tidak ingin Oppa melakukannya.... Bukankah Kau tidak menyukai pria kasar?!.... " So Eun tersenyum tipis mengetahui jika Kyuhyun sangat mengenalnya tanpa perlu Ia ucapkan. Suasana kembali hening. Dalam diamnya So Eun sedang mengingat Kim Bum. So Eun tidak menyangka jika Kim Bum akan memukuli Kyuhyun karena selama mengenal Kim Bum So Eun tidak pernah melihat Kim Bum akan memulai perkelahian walau dulu Ia sering dihina. " Sekali, Kim Bum Oppa pernah sekali berkelahi....yaitu saat ada seseorang yang menghinaku bahkan cenderung melecehkanku..." Tanpa sadar So Eun mengucapkan apa yang ada difikirannya. "Mungkin saat ini Kim Bum berfikir jika Oppa juga akan menyakitimu.... Karena itu Dia memukuli Oppa...." Ucap Kyuhyun. "Berarti Dia salah....karena Oppa tidak akan pernah menyakitiku...." Gumam So Eun tersenyum membuat Kyuhyun pun tersenyum. "Sebaiknya Oppa beristirahat.... Aku akan ke kamar So Ra untuk melihatnya...." Ucap So Eun dan beranjak untuk pergi. "So Eun....kemarilah....Oppa ingin memelukmu...." Kyuhyun berdiri mendekati So Eun. So Eun tersenyum dan berjalan mendekati Kyuhyun kemudian memeluknya. "Oppa mencintaimu.... menyayangimu... dan akan selalu bersamamu...." Gumam Kyuhyun. "Aku tahu Oppa... Aku juga mencintai dan menyayangi Oppa...." Balas So Eun. ~oO0Oo~ Keesokan harinya Seperti janjinya, Kim Bum belum akan menyerah. Kini Ia sedang menunggu seseorang di restaurant tempat biasa Ia mengadakan janji pribadi. Restaurant ini juga yang menjadi saksi bagaimana sakitnya Kim Bum ketika wanita yang Ia cintai memilih pria lain. Cklekkk Pintu terbuka kemudian masuklah seorang wanita yang nampak anggun dengan gaya casual namun modis.  "Akhirnya Kau datang juga.....Go Ara...." Ucap Kim Bum tersenyum miring penuh arti. "Ne...Kim Bum-shi....Sejujurnya Aku tidak menyangka.... " Ara berucap Sopan walau tatapannya menyelidik. "Kau tidak perlu menatapku seperti itu.... Aku tidak akan menyembunyikan apapun....Aku akan berterus terang...tenang saja... Tapi sebelum itu duduklah dulu..." Dengan ragu Ara pun duduk di sofa single yang berada tepat dihadapan Kim Bum. "Kau nampak cantik dan mempesona....walau tentu bagiku So Eun yang nomor satu..." Kim Bum berucap disertai tatapan dan senyuman yang terkesan sinis.  "Aku tau.... Kalau begitu katakan saja apa maumu?..." Ara berucap mulai tidak sabar. "Menurutmu apa yang ingin Aku katakan?..." Tanya Kim Bum masih dengan senyuman sinisnya. "Apa ini berhubungan dengan Kyuhyun dan So Eun?...." "Kau sahabat So Eun, tentu Kau sudah mengetahui semuanya...." "Lalu apa yang Kau inginkan?...." "Kau belum bertemu So Eun atau Kyuhyun semalam?...." Lagi, Kim Bum menjawab pertanyaan Ara dengan pertanyaan dan Ara hanya menggelengkan kepala sebagai jawabannya. Dua hari kemarin kebetulan Ia sedang pergi menemui klien yang ingin membuat kantor dan ingin Ara yang mengerjakannya sebagai desain interior. Hari ini dia baru pulang dan langsung menemui Kim Bum karena rasa penasarannya. "Bagaimana menurutmu Cho Kyuhyun....?" Ara mengernyitkan alisnya tanda tidak mengerti. "Ku akui Dia saingan yang tangguh.... Tampan dan Mapan.... Menurutmu lebih baik Aku atau Dia?.... " Ara semakin mengernyit heran. "Apa pertanyaanmu ini berhubungan dengan So Eun yang memilih Kyuhyun?...." Kim Bum semakin tersenyum sinis bahkan tatapan matanya kini sudah penuh kemarahan seolah tidak suka membahas atau mengingat hal itu. "Kau belum bertemu mereka pasti Kau belum tahu apa yang terjadi... Jadi Aku akan mengatakannya sekarang...." "Apa Kau memintaku menemuimu karena ingin Aku membantumu memisahkan Kyuhyun dan So Eun?...." Tanya Ara terkejut. Senyum menyeringai Kim Bum semakin lebar. "Bukankah hal itu biasa terjadi?!.... Seorang sahabat merebut pasangan sahabatnya sendiri.... " Sinis Kim Bum. "Aku bukan wanita seperti itu?...." Bantah Ara penuh emosi. "Kau yakin?.... Kyuhyun mempunyai segalanya yang bisa memikat wanita.... Kau yakin tidak pernah berfikir untuk menjadikan Kyuhyun milikmu seutuhnya?....Jangan munafik.... " Kim Bum kali ini mengucapkannya tanpa senyuman dan menatap tajam Ara. Ara terdiam karena ucapan Kim Bum ada benarnya. Siapa wanita yang bisa menolak Kyuhyun, termasuk Ara. "Jadi Kau ingin Aku...." Ara bergumam lirih tidak yakin dengan apa yang akan Ia ucapkan. Kim Bum hanya tersenyum sinis. ~oO0Oo~ Ara kini sudah berada di depan pintu apartement So Eun. Dalam perjalanannya Ara masih memikirkan perkataan Kim Bum tadi. Ia tidak menyangka Kim Bum akan melakukan hal seperti itu. Cklekk Sebelum Ara memencet bel pintu sudah terbuka dan muncullah Kyuhyun dengan tatapan intimidasinya. "Masuklah...." Ucap Kyuhyun santai terkesan cuek. Ara pun masuk dengan sedikit kernyitan di dahinya melihat sikap Kyuhyun yang berbeda. "Kau kenapa?...." "Aku lapar... Tapi isteriku pergi tanpa menyiapkan makanan.... " Kyuhyun berucap dengan nada menyindir. "Manja.... Kau bisa delivery...." Ara mencibir namun tetap menuju dapur untuk memasak. Rumah ini sudah seperti rumahnya sendiri jadi Ia sudah hapal betul segala yang ada di apartement itu. "Di mana So Eun?...." Tanya Ara sembari melanjutkan acara memasaknya. "Setelah menjemput So Ra, So Eun mengajak So Ra ke mall...." Jelas Kyuhyun yang kini duduk di kursi yang menghadap pantri sembari melihat Ara yang lihai memasak. "Kenapa Kau tidak ikut?.... Bukankah Kau tidak pernah melepaskan mereka jika mereka pergi berdua?..." "Kau tidak melihat keadaanku?...." Kyuhyum berucap kesal dan kemudian beranjak ke sofa ruang keluarga. Kembali Ara hanya mengernyit heran namun tidak menanggapi dan memilih untuk melanjutkan masaknya. "Makanan sudah siap.... " Ucap Ara memanggil Kyuhyun. Walau gengsi karena rasa kesalnya Ara tidak memperhatikan wajahnya yang sedikit lebam, Kyuhyun tetap mendatangi Ara untuk makan karena Ia yang benar-benar lapar. "Apa yang terjadi pada wajahmu?... " Tanya Ara mengusap sedikit lebam di ujung bibir Kyuhyun namun Kyuhyun menghindar karena merasa tidak suka sekaligus kesal pada Ara. Kini mereka kembali ke sofa keluarga setelah Kyuhyun selesai makan. "Kemarin Kim Bum menghajarku..." Ketus Kyuhyun. Mendengar nama Kim Bum membuat Ara memgingat kembali perkataan Kim Bum padanya tadi. Ara menatap intens wajah Kyuhyun dan mengusap lebam itu lembut membuat Kyuhyun menepisnya halus karena merasa aneh dengan sikap Ara. Ara bukanlah orang yang suka bersikap lembut atau pun berbasa basi padanya. " Sudah Kau obati?...." Ara kembali bertanya dan mencoba mengusap kembali lebam di wajah Kyuhyun dan kini posisinya semakin dekat yaitu duduk disofa sebelah Kyuhyun. "Sudah.....Ada apa denganmu?..." Akhirnya Kyuhyun menanyakan tentang keanehan Ara. "Sepertinya benar.... Kau merupakan pria mempesona...." Ara berucap lembut sembari memegang dagu Kyuhyun menghadapnya agar dia bisa menatapnya intens. "Ada apa denganmu Go Ara....Kau membuatku takut...." Kyuhyun menatap ngeri kelakuan absurd Ara. "Kau tampan, kulitmu putih, bibirmu seksi....cup...." Ara mengakhiri ucapannya dengan kecupan kilat di bibir Kyuhyun. "Astaga Go Ara...." Saking terkejutnya Kyuhyun otomatis berdiri. Go Ara tersenyum menggoda sekaligus geli merasa lucu dengan sikap Kyuhyun yang nampak seperti perjaka yang digoda padahal Dia sendiri sudah memiliki seorang puteri. Ara pun menarik tangan Kyuhyun sehingga Kyuhyun kembali duduk di sofa kemudian Ia pun berpindah menjadi duduk di pangkuan Kyuhyun. "Kau benar-benar pria mempesona..... dan tidak mungkin....ada wanita yang bisa....menolak pesonamu....termasuk Aku...." Setelah mengucapkan kalimatnya, Ara langsung memagut bibir Kyuhyun lembut dan Kyuhyun hanya bisa membulatkan mata terkejut tanpa membalasnya. "So Eun benar-benar pergi kan?..." Tanya Ara memastikan. Setelah Kyuhyun mengangguk kaku bagai robot, Ara kembali memagut bibir Kyuhyun kali ini lebih intens walau pun tetap terasa lembut. Tanpa bisa ditahan, secara perlahan Kyuhyun pun mulai membalas ciuman Ara. Bahkan ciuman Kyuhyun nampak semakin menggebu seolah menyalurkan rasa frustasinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN