Kedua bola mata Violet saat ini tak henti-hentinya untuk melirik ke arah Reksa yang ada di sebelahnya. Sekembalinya ia dari ruang UKS beberapa jam lalu, Reksa sama sekali tak ada angkat bicara. Laki-laki itu bungkam selama jam pelajaran dan langsung meninggalkan kelas ketika bel pertanda jam istirahat sudah berbunyi. Sedari tadi otaknya berpikir keras bagaimana caranya supaya suasana bisa kembali cair seperti semula. Violet terlalu takut dan gengsi untuk melakukan obrolan terlebih dahulu pada sosok cowok berkacamata yang menjadi tetangga sekaligus teman sebangkunya tersebut. Ia takut jika ia memulai obrolan terlebih dahulu, Reksa akan menganggapnya angin lalu. Dan Violet juga gengsi untuk memulai sesuatu terlebih dahulu kepada sosok yang ia anggap ... spesial. Entah sudah keberapa kalin

