"Selamat pagi." Clary meraba wajah Adrian yang tertidur di sebelahnya. Ia melempar senyum ketika tahu Adrian juga tengah tersenyum padanya. "Apa tidurmu nyenyak?" "Lebih nyenyak dari yang kau bayangkan." "Syukurlah," sahut Clary lalu menggeser badannya hendak turun dari ranjang. "Tapi setelah ini mungkin aku tak akan bisa tidur nyenyak lagi," tutur Adrian membuat Clary menghentikan langkahnya sejenak. Ia menoleh ke arah Adrian yang masih terduduk di atas ranjang. "Kenapa?" "Karena aku tak akan lagi bisa merasakan kehangatanmu. Padahal itu menyenangkan sekali. Bisa kita tidur bersama lagi lain kali." Clary mendengkus lalu meraba bantal yang ada di atas ranjang dan melempar asal ke arah Adrian. "Lakukan itu dengan istrimu, jangan memintanya dariku." A

