Denting suara gitar mengalun merdu di taman belakang rumah keluarga Gerhad. Setelah intro berlalu alunan merdu suara wanita pun berpadu indah dengan petikan gitarnya. Semilir angin menyapanya, dan memainkan rambutnya yang tergerai indah. Tanpa disadarinya seorang pria kini tengah tersenyum memerhatikan dirinya yang tenggelam dalam lagu-lagunya. Plok, plok, plok. Setelah lagu berhenti suara tepukan tangan membuat sang wanita menoleh pada sosok yang datang, meski ia tak mampu melihat sosok itu. "Kak Bian, apa sudah lama?" Bian melangkah mendekati adiknya yang duduk di ayunan lalu mendudukan diri di sebelahnya. "Cukup lama sampai bisa mendengar semua lagu indah yang kau bawakan." Clary tersenyum. Ia masih memangku gitarnya ketika Bian menyerahkan jus botolan

