Zaky mondar-mandir di dalam kamarnya di dorm. Hatinya tak bisa tenang memikirkan apa yang tadi dilihatnya. Segera ia menghubungi Rifki yang ada di Indonesia. Beruntung Rifki masih terjaga dan mau menjawab teleponnya meski waktu sudah dini hari. "Katakan padaku apa yang kau ketahui tentang Clary dan Adrian?" tanyanya to the point membuat Rifki mengerutkan dahi. "Clary? Bukannya Clary sudah ...?" "Tidak, mereka menipuku, menipu kita semua. Clary masih hidup, tapi ...." Zaky menggantungkan ucapannya. "Aku curiga Clary sekarang tak bisa melihat." "A-apa maksudmu?" tanya Rifki tergagap. "Bu-kannya dokter sudah ...." "Itu bohong, Rifki. Sebab sekarang mereka ada di Korea dan baru tadi menonton konserku. Tapi ...." Suara Zaky melemah. "Clary terlihat membawa tongkat

