BAB 51

1355 Kata

Indra mendekat dan mencium bibir Marisa dengan lembut. Mereka menikmati ciuman manis dan hangat. Suara ketukan pintu berhasil mengganggu kegiatan mereka berdua. "Aih, ganggu aja!” Marisa melepaskan ciumannya. "Buka dulu pintunya, Sayang!" Indra membuka pintu. Sopir pribadinya mengantarkan semua kebutuhan Marisa dan Indra selama di rumah sakit. "Saya antar ini disuruh nyonya besar, Pak." "Terima kasih ya, Pak," jawab Indra. Setelah menerima kiriman itu, Indra kembali mengunci pintu dan mendekat ke arah Marisa. "Lagi, ya." Indra tersenyum manis. Marisa mencium tangan Indra. "A’a mandi dulu, biar wangi dan makin ganteng. Cukur juga jenggot sama kumis yang udah tumbuh itu. Geli aku ciumannya kalo ada bulu halus A’a yang nusuk-nusuk!" "Siap! Tunggu ya, nggak akan lama. Jangan buka pintu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN