Sejenak Saron kehilangan fokus. Bagaimana tidak, lengan kekar yang beberapa hari lalu menyokong tubuh di atas Queen, kini memagari raganya. Tubuh yang begitu ingin dia sentuh berada tepat di depannya dalam kondisi segar dan basah. Andai waktu bisa diretas, dia ingin memprogram ulang pergerakannya menjadi beribu-ribu kali lipat lebih lambat, atau menghentikannya sekarang juga. Dia ingin menyentuh rahang pria itu, mengusap rintik air di wajahnya. Dia ingin merasakan kelembutan bibir dan ciuman panasnya. Saron menelan saliva saat menyadari khayalannya terlalu tinggi. Dia ingin menghilang dari bumi, melupakan hasrat tak waras itu. Dia harus kembali fokus pada apa yang telah ditugaskan kepadanya. "Sa-saya tidak mengerti apa yang Anda bicarakan. Sa-saya datang ke ruang kerja Anda hanya untuk

