Chapter 11. What I've Done?

1003 Kata

Faza melempar jas ke sofa, lalu merebah di sana. Dia letakkan tangan kanan di kening, sementara tangan yang lain menarik ponsel dari saku celana. Faza menekan angka tiga empat kali untuk mengakses telepon pintar. Sebanyak dua puluh panggilan tak terjawab, dan entah sudah berapa chat yang diabaikan. Faza tidak berselera mengeceknya. Benda itu dia lempar ke meja begitu saja. Dia pejamkan mata seraya melepas karbon dioksida. Dari pintu garasi, Mola muncul bersama tas kerja di tangan. Sekilas dia memandang Faza, kemudian berjalan menuju ruang kerja di lantai dua. Usai menaruh tas di samping rak buku, Mola berencana menyampaikan informasi yang didapat dari tim IT. Namun, dia teringat akan kondisi Faza yang tampak kelelahan. Mola mengurungkan niat. Dia lepas tas, lalu keluar dari ruang kerja.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN