Chapter 12. Watching You

1018 Kata

Saron menjatuhkan bobot di sofa. Seharusnya dia sadar diri sejak awal. Seorang billioner seperti Faza tidak mungkin betah berlama-lama di hunian kumuhnya. Pria itu pasti berendam berliter-liter parfum Gucci sekarang, pikir Saron. Dia teringat ketika Faza berdiri di atas kloset dengan ekspresi jijik. Bahkan dengan lantang dan tegas mengatakan kalau apartemennya tidak layak huni. Untung saja pria itu adalah bosnya. Jika tidak, tentulah kaus kaki busuk yang akan Saron gunakan untuk menyumpal mulut kurang ajar itu. Dari kejadian hari ini, Saron menemukan keunikan yang sungguh tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Pria penuh pesona itu telah menurunkan pamornya secara drastis akibat seekor kecoa. Apa yang akan dikatakan dunia jika mereka tahu perkara ini? Saron terkekeh-kekeh. Manusia tiada y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN