Di hari berikutnya, Saron datang terlambat. Dia bangun kesiangan akibat urusan gila semalam. Sisa waktunya hanya sempat untuk sikat gigi dan berganti pakaian. Entah berapa mili parfum yang terkuras dari botolnya pagi ini. Dengan perut keroncongan, Saron memasuki gedung Hayes Group. Keramaian lobi jarang-jarang ditemui oleh Saron. Biasanya, aktivitas itu akan terjadi ketika presiden atau CEO perusahaan datang. Orang-orang yang menginginkan kenaikan gaji atau jabatan akan berkerumun untuk menyapa dengan senyum selebar bulan sabit. Padahal, tidak sekali pun sapaan mereka terbalas. Saron masuk selangkah lebih awal dari kedatangan mobil sport hitam metalik. Dia mempercepat langkah sambil mengenakan hodie. Saron tidak ingin Faza mengenalinya dan menagih setelan jas yang masih terdampar di bina

