Seperti biasa, Saron datang tanpa menyapa siapa pun. Dia berlari kecil dengan kepala tertunduk, hanya sesekali mengangkat kepala untuk memastikan tiada halangan di depan. Beberapa rekan kerja yang melihatnya hanya bisa geleng kepala dan bergumam, "Kebiasaan." Sesampainya di ruang kerja, Saron langsung menuju loker. Dia rogoh saku jaket yang menyimpan kunci dan ponselnya. Kedua benda itu ditarik keluar. Sambil memutar kunci loker, Saron melihat waktu telah menunjukkan pukul 08.10. "Sebentar lagi dia akan selesai meeting harian. Aku harus cepat-cepat ganti baju, lalu menyusup ke ruangannya untuk mengambil kamera itu." Saron bergegas mengganti pakaian, kemudian menyeret gerobak yang penuh dengan peralatan kebersihan menuju lift. Ruang kerja Faza berada lima lantai di atasnya. Dia harus cep

