Raya mengamati Jagat dan Gerhana bermain di halaman istana mereka. Meskipun mewah, bangunan tersebut sebenarnya adalah rumah biasa. Namun, Gerhana selalu menyebut rumah keluarga kecil ini sebagai istana. Ada raja, ratu, dan pangeran. Belum lagi nanti akan ada putri kerajaan yang kini masih meringkuk damai di perut sang ratu. Raya tertawa begitu Gerhana memekik kencang ketika tubuh mungilnya diangkat. Kedua lengan kokoh Jagat, tanpa lelah memutar-mutar tubuh Gerhana yang telungkup, seolah ia menjadikan Gerhana sebagai pesawat dan mengajak anak itu keliling dunia. Raya mengelus perutnya tanpa mengalihkan pandangan. Kebahagiaan Gerhana juga Jagat adalah hal yang paling tidak ingin ia lewati. Jagat adalah belahan jiwanya, Gerhana adalah pelengkap mereka. Di dalam perutnya, akan lahir keturu

