Hari ini Langit dikejutkan oleh kedatangan Biru di rumahnya. Langit duduk bersebrangan dengan Biru yang telah lebih dulu menempati sofa di ruang tamunya. Garis-garis di dahi Langit tidak kunjung pudar hingga Biru berdeham kecil, menyadarkan Langit dari kebisuannya. Oh, ada apa gerangan yang membuat laki-laki itu lantas ingin menemuinya? Langsung di rumahnya pula! "Ada apa?" tanya Langit, membuka pembicaraan. "Mau ngomong soal Bulan?" Biru mengangguk. Ia mengembuskan napasnya dengan kedua bahu merosot. Saat ini penampilannya memang menjadi Biru, tapi tidak dengan sikap dan suaranya. Semua itu milik kelabu. "Gue mau membongkar semuanya." Langit mengangkat sebelah alisnya. Seingatnya, Bulan pernah bercerita kalau Biru ini tidak pernah ngomong "gue-elo". Biru selalu mengucapkan namanya sa

