Kiara sedikit tidak enak kepada Haris dia merasa dirinya merepotkan .
"Mas apa tidak apa-apa mas tidur di sofa ". Tanya kiara
" Tidak apa " Ucap Haris sambil mengusap rambut kiara
Kiara yang melihat keseriusan dari wajah haris langsung kembali menuju kamar milik Haris.
Kiara tidak ada pilihan lain kecuali menginao sehari di apartemennya haris.
Haris juga menurut kuara bukanlah pria yang gila perempuan.
Hari sudah makin larut mulai sangat gelap entah , kendaraan juga sudah tidak ada yang berjalan , tetapi kiara masih belum juga menutup matannya.
Haris yang masih bekerja di ruang tamu kehabisan air minum ,saat dia menuju dapur haris menyadari kalau lampu kamar masih menyala.
"Lampu kamar kok masih menyala apa kiara belum tidur yaaa " Ucap haris yang langsung kembali menuju meja kerjannya untuk melihat jam
"Haaaa , ini sudah jam 1 malam " ucap haris
Sontak haris langsung menutup laptopnya dan menuju ke kamar .
Tok
Tok
Tok
"Kiaraaaaa " Panggil Haris
Ceklek ceklek
Suara pintu kamar yang sedang di buka sedikit membuat Haris syok.
"Maaaaaas " Ucap kiara
"Apa ada yang membuatmu tidak nyaman kiara sampai kamu belum tidur " Tanya Haris hawatir
"Eeemmmm bukan mas " Ucap kiara
"Terus " Tanya Haris penasaran
"Kiara hanya memikirkan mas , kiara takut mas Haris tidak biasa tidur di Sofa , sedangkan ukuran tempat tidur lumayan besar " Ucap kiara menunduk bersalah
"Hmmmmm berarti kamu ingin tidur dengan saya " Tanya Haris sedikit tersenyum
"Eeeeeem bukan itu maksud ku mas " Ucap kiara panik
Haris yang tanpa menghiraukan wajah panik dari Kiara dia langsung masuk menuju tempat tidur.
Kiara yang melihat kelakuan haris sontak saja langsung gugup dan panik
"M-Mas Mas maksud Kiara tadi bukan gitu " Ucap kiara gugup
"Tidur di Samping sekarang juga " Ucap Haris dengan tegas sambil menatap tajam kiara
Kiara yang di tatap tajam seperti itu langsung menurut , dia takut melawan karena malam juga sudah sangat larut.
Saat kiara mulai tertidur haris mendadak mendekat kiara yang ingin berteriak langsung ditutup oleh haris mulutnya kaku membisikan sesuatu di telinga kiara.
"Tenang saja , saya tidak akan melakukan hal yang ada di pikiran mu itu , saya tidur denganmu supaya kamu juga bisa tidur " Ucap Haris
Ucapan harus di telinga kiara membuat kiara sedikit malu , dia juga sedikit geli nafas putus-putus milik Haris
"Addduuuuhh ni hati murahan banget , dibisikin aja kek mau copot anjir " Batin kiara
Selang beberapa menit tak di sangka kiara langsung tertidur pulas di samping Haris , begitupun sebaliknya .
____________
Matahari pun sudah terbit menandakan hari sudah Pagi haris dan kiara masih tertidur lelap
Saat mereka masih tertidur pulas tiba haris dan kiara di bangunkan oleh suara telpon dari HP Haris.
Haris yang terlihat sangat kaget langsung bangun dan meninggalkan kiara yang masih linglung untuk mengangkat telpon .
Saat Haris mengangkat telponnya dia langsung syok mendengar suara wanita yang sangat ia kenal.
"Rossa" Batin Haris
Sontak haris langsung keluar dari dalam kamar.
"H-hallo Rossa " Ucap Haris
"Mas kamu tidak apa-apa kan " Ucap Rossa
"Aku baik-baik saja kok sayang kenapa ? " Ucap Haris
"Tapi kenapa suara mu seperti orang panik mas " Ucap Rossa
Mendadak wajah haris langsung tidak karuan .
"P-panik !! Hehehehe enggak kok sayang " Ucap Haris
"Baiklah jikalau begitu mas , aku mau bilang hari ini aku pulang dinas " Ucap rossa dengan manja
"P-pulang dinas ! Bukannya kamu tiga hari yaa" tanya Haris
"Iya mas tapi karena aku mengahndke semua nya dengan baik , aku bisa pulang cepat " Ucap Rossa
"Oh baiklah " Ucap Haris
"Kamu enggak bahagia ya mas ?? " tanya rossa sedikit sedih
"Haaaa enggak kok aku bahagia sekali " Ucap Haris
"Baiklah mas aku mau berangkat , aku matikan telponnya yaa " Ucap Rossa
"Iya sayang " Ucap Haris
Tut
________
Sedangkan di kamar kiara yang sudah mengecek HP nya langsung panik karena ada panggilan tak terjawab dari ibunya dan pesan teks .
Saat kiara membuka pesan teks yang di kirim oleh ibunya mendadak kiara langsung bangun dan keluar dari kamar menuju Haris.
"M-mas ibuku aka pulang hari ini mas " Ucap kiara panik
Haris terpana melihat kecantikan kiara saat mengerai rambutnya yang panjang dan hitam pekat
"M-maksudnya " jawab Haris tersadar dan langsung binggung
"Ibuku mas , aduuuh maksud mama aku pulang dinas hari ini " Ucap kiara
"Mas gimana ini" ucap kiara
"Kiara stop , stop jangan panik " Ucap Haris
Haris mencoba menenangkan kiara yang terlihat hawatir dari tadi.
"Mas aku pa....... "
Uuummmmaaaccchhh
Perkataan kiara langsung terhenti saat Haris Mencium bibirnya.
"Sudah yang tenang yaaa " Ucap Haris yang langsung memeluk kiara
"Maaaaas " Ucap kiara
Haris langsung mengegam erat bahu kiara dan menatap mata nya dengan lembut.
"kita ini masih di kota yang sama sayang , bukan di luar negri kenapa kamu begitu panik" Ucap haris tersenyum
Kiara yang sadar langsung tersenyum dan tersipu malu .
"Hehehehh maaf ya mas " Ucap kiara sambil tertawa kecil
"Iya sayang " Ucap Haris
"Mas kiara mau masak , mas mau makan apa kiara bikin kan " Tanya kiara yang masi tersenyum dengan manis
Haris yang mendadak melihat senyum kiara langsung tenang , ada kenyamanan tersendiri dari hati nya.
Terlebih lagi saat haris melihat kelakuan kiara tadi yang sangat lucu membuatnya sangat bahagia.
Entah kenapa sejak bersama kiara senyum nya sangat lebar seperti tidak ada beban dalam dirinya.
"Ada apa dengan ku , apa aku mencintai kiara "batin Haris
"Mas " Panggil kiara
"Mas haris "
"I-iya kiara " Ucap haris
"Mas mau kiara masakin sarapan apa ? " Ucap kiara
"Eemm nasi goreng aja deh " Ucap Haris
"Baiklah mas , tunggu yaa " Ucap kiara yang langsung menuju ke dapur
"Eeeeh kiara " Panggil haris
"Iya mas " Jawab kiara
"Apa boleh saya melihatmu masak " Tanya haris
"Boleh dong mas " Ucap kiara
Saat sampai di dapur dira langsung menyiapkan semua bahannya , mulai dari nasi , sampai bahan campuran.
Saat proses memasak kiara terganggu oleh rambutnya yang masih terurai .
Kiara ingin mengikatnya tapi dia lupa tidak membawa ikat rambut nya, karena pas jalan kemarin kiara hanya mengepal rambutnya dan menahannya dengan sipi.
Haris yang menyadarinya langsung berinisiatif untuk membantu mengikatnya.
"Kiara , mau mas bantu pegang rambutmu Tanya Haris
"Boleh mas " Ucap kiara
Saat haris Memegang rambut kiara hati haris mendadak bergerak dengan sangat cepat , entah dia salah tingkah atau apa tapi dia tau hatinya sedang tidak baik-baik saja.
"Kiara, mas boleh meminta sesuatu " Ucap haris
"Apa mas " Tanya kiara
"Jangan pernah mengikat rambut panjang mu di keramaian " Ucap Haris
"Kenapa mas " Tanya kiata binggung
" jangan " Ucap tegas haris
"Baiklah " Ucap kiara .
Haris masih dengan tenang memegang rambut kiara , dan sesekali penasaran dengan apa yang kiara lakukan.
"Apa yang kau lakukan " Tanya haris.
"Ini aku mau masukan wortel mas, karena ini lama matangnya " Ucap kiara
"Itu kenapa harus di potong dadu kecil-kecil lagi " Tanya haris
"Supaya nanti menyatu dengan nasinya" Ucap kiara
"Terus itu........ "
"Iiiiiih mas nyebelin deh , tanya terus" Ucap kiara dengan wajah kesel
"Hehehehehehe , oh iya mobil kita sdh di perbaiki di bawah " Ucap haris kepada kiara
"Benarkah cepat sekali " Tanya kiara bingung
"iya dong kan ada mas " Ucsp haris sombong
"oh iya , mas duduklah biar kiara antar makanannya "ucap kiara
" baiklah " Ucap haris yang langsung duduj di meja makan
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_