"L-lo mau apa?" Viona dihempaskan setelah Rangga membawanya ke ruangan lain yang lebih sepi. Rangga tersenyum lebih tepatnya menyeringai, ia perlahan mendekati Viona dengan membuka satu-persatu kancing bajunya. Viona yang menyadari akan ada sesuatu hal yang tidak beres, gadis itu berdiri lalu berusaha lari tetapi Rangga berhasil mencegahnya dengan menjambak rambut gadis itu, lalu menariknya untuk menghadap pada dirinya dan ... Plak satu tamparan keras berhasil didapat oleh Viona sampai sudut bibirnya terluka mengeluarkan darah. Setelah itu Rangga kembali menghempaskan Viona hingga menabrak dinding. "Gak usah pura-pura polos lo, gue yakin juga udah dipake sama Vaga," ucap Rangga dengan sedikit bernada tinggi. Viona tidak menanggapi ucapan dari cowok b******k di depannya itu, ia meringis

