"Sebentar, Vio." Vaga melepaskan genggaman tangannya dari Viona, karena kondisinya yang cukup tidak baik akibat pengeroyokan dan melawan perlawanan balik pada para anak buah Rangga, membuat cowok itu kelelahan dan juga mulai merasa nyeri di seluruh tubuhnya. "Lo kenapa?" Viona membungkuk menyejajarkan tubuhnya lalu bertanya pada Vaga. "Aman," kilah Vaga tetapi Viona mengerti bahwa keadaan Vaga sekarang sedang tidak baik-baik saja, terlebih tadi mereka pun nekat turun dari lantai dua dengan melompat. Dengan sigap Viona membawa tangan Vaga untuk ia lingkarkan pada lehernya, lalu merangkul tubuh cowok itu dan memapah Vaga secara bersamaan dengannya. "Gue gak apa-apa, gak usah kayak gini," kata Vaga hendak melepaskan diri, tetapi Viona malah merangkul cowok itu dengan lebih erat. "Diem

