Gugurkan

1188 Kata

Brak Asher membanting pintu kost Alora, ia masuk tanpa permisi dan menutup pintunya dengan kasar. Terlihat gurat wajah amarah sangat kentara sekali di wajah Asher, meski begitu Alora terlihat tetap tenang. "Apa maksud isi pesan lo itu, Lora?!" tanya Asher membentak. Tanpa menjawab Alora memberikan sebuah tespek alias alat tes kehamilan dengan garis dua merah, mata Asher membelakak. "Ini pasti bohong!" teriak Asher semakin marah. "Ngapain juga gue bohong perkara ginian?" Alora menudukkan dirinya di sofa kecil. Kost Alora cukup besar terdapat satu kamar, dapur dan kamar mandi, juga karena Alora orangnya apik alhasil setiap sudut kamar terlihat sangat rapih dan bersih. "Gue gak yakin itu anak gue," kata Asher seketika membuat Alora menoleh ke arahnya. Wanita itu menatap Asher dengan t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN