Hamil

1114 Kata

"Lepas!" Viona menghempaskan tangan Vaga setelah berjalan sudah cukup jauh dari area kantin. Vaga berbalik dan memicingkan mata, sementara Viona dari raut wajahnya seperti tengah menahan amarah. Viona menyugar rambutnya ke belakang sambil berkacak pinggang dengan satu tangan. "Apa lo itu senang berbuat sesuka hati lo kaya gini?" "Seneng," jawab Vaga santai, ekspresi wajahnya terlihat datar. Viona berdecak, memang apa yang ia harapkan dari seorang Vaga. Sejak tadi pagi memang laki-laki itu bersikap baik padanya, tetapi tak mungkin juga sikap baik Vaga tak berarti apa-apa. Justru Viona takut karena sikap baik itu, Vaga akan memerintahkannya sesuatu tak masuk akal. "Lo gak akan tahu dampak apa yang akan terjadi ke gue dengan tindakan lo barusan Vaga," keluh Viona. "Emang gue gak akan t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN