Sayang

1136 Kata

"Mau berangkat?" Viona tersentak ketika Vaga tiba-tiba saja muncul di belakangnya, gadis itu baru saja keluar dari kamar dengan membawa tas dan beberapa buku yang ada dipegangan tangannya. "I-iya," kata Viona mendadak gugup. Vaga mengangguk, ia berjalan ke arah sofa lalu mengambil jaket, tas dan juga kunci mobil miliknya. "Ayo," katanya mengajak Viona, tetapi yang dirujuk malah terdiam tampak seperti terkejut melihat Vaga. "Maksudnya?" Akhirnya demi rasa penasaranya tuntas Viona memilih bertanya pada laki-laki itu. "Ya berangkat bareng sama gue." Dan jawaban Vaga semakin membuat Viona terkejut. "Lo gak salah 'kan? Lo ngajak gue berangkat bareng?" tanya Viona untuk memastikan. Vaga menggelengkan kepala menandakan bahwa perkataannya adalah sebuah kesungguhan, hal itu malah membuat Vio

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN